Home

September 25, 2016

BALINESE PENDET DANCER POSTCARD




POSTCARD PENARI PENDET BALI
Real Photo PostCard
Divided back
Used, terkirim dari Denpasar ke Tegal
Leonar, 1950
9 cm x 14 cm
Relatif masih baik

Postcard dengan kualitas foto yang baik, kedalaman foto sangat terasa, nyaris memberikan ilusi 3 dimensi. Dan image hiasan kepala penari pendet yang seperti ini lumayan jarang di jumpai.

Zold - Jakarta

SAVOY HOMANN HOTEL BANDUNG POSTCARD




KARTU POS HOTEL SAVOY BANDUNG
Black & white halftone print
Divided back
Terpakai dari Bandung - Tegal
Grenzenberg Inc. 1950
9,1 cm x 14,3 cm
Ada geripis pada beberapa bagian pinggir postcard

Halftone print di mulai penggunaannya sejak sekitar 1890an, ini adalah salah satu tehnik cetak dalam proses perkembangan menuju tehnik cetak yang umum kita pergunakan pada saat ini.

Zold - Bandung

BANDUNG RPPC POSTCARD # 2





KARTU POS KANTOR POS BANDUNG
Real Photo Postcard
Divided back
Unused / belum terpakai
Gevaert, 1950an
8,7 cm x 13 cm
Ada noda tekukan pada tengah atas dan sudut kanan atas, tidak sobek.
Kondisi kemungkinan besar lis putih kiri - kanan dan bawah terpotong, ada gerepes permukaan foto pada kanan bawah. Foto relatif jelas dan tajam.

Zold - Bandung

September 24, 2016

BANDUNG RPPC POSTCARD





KARTU POS KOTA BANDUNG
Real Photo Postcard
Divided back
Belum terpakai
Photax, 1950an
14 cm x 9 cm
Relatif masih sangat baik

1 buah postcard :
Zold - Bandung

KOMIK PANDJI SEMIRANG










5 BUNDEL KOMIK WAYANG PANDJI SEMIRANG
Karya R.A. KOSASIH
Terbitan Melodie, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Cetakan ke III 1966
Sekitar 14 cm x 19,5 cm
Sekitar 136 halaman / buku, total 675 halaman, 20 seri - Tamat
Kondisi relatif baik, ada noda sedikit-sedikit

5 buku :
Zold - Lubuk Linggau

KOMIK ARDJUNA WIWAHA







2 BUKU KOMIK WAYANG R. A. KOSASIH
Terbitan P.T. Melodi, Bandung
Cetakan pertama 1971
Sekitar 14,5 cm x 21 cm
82 halaman / buku, 2 jilid tamat
Kondisi relatif masih baik, ada noda sedikit-sedikit

2 jilid :
Zold - Lubuk Linggau

September 23, 2016

CHINESE TEAPOT WITH INSCRIPTION












TEKO LUKIS PEREMPUAN
Porselen lukis enamel di atas glasir, tangkai perunggu
Qing akhir atau awal Repubrik / 1890 - 1920, Jingdezhen, Cina
Markingstamp merah kabur
Diameter 11,6 cm, Tinggi 13,7 cm
Benda terpakai yang masih baik, gilding ada sedikit-sedikit yang memudar

1 teko ini :
Zold - KL

September 19, 2016

CHINESE EXPORT PORCELAIN BAHADUR ARMORIAL SAUCERS










3 PISIN IMARI CINA
Porselain lukis enamel dan gilding di atas glasir
Awal abad 19 atau sekitar 1820-an, Jingdezhen, Cina
Diameter sekitar 11 cm, tinggi 2 cm
Salah satu ada 'hairline' kecil, ada tusir warna hitam sedikit-sedikit di gambar gajah pada bagian yg memudar / menipis. Relatif masih baik

Benda keramik dengan motif lambang resmi ( armorial ) suatu negara / kerajaan atau perserikatan mempunyai arti yang lebih spesial, karena mempunyai nilai historis dan jumlahnya yang cenderung lebih terbatas. Ke-langkaan-nya karena tidak di pasarkan untuk umum, tetapi hanya dibuat dalam jumlah tertentu atas pesanan personal atau golongan.

Piring kecil ini di percaya dulunya di pesan dari Cina lewat perantara V.O.C Belanda atau E.I.C Inggris, ke-dua-nya adalah perserikatan yang memonopoli perdagangan di Asia Tengara pada waktu itu. Pemesannya kemungkinan Bahadur Shah II ( 1775 - 1862 ) seorang Raja Mogul di India.
Mempunyai simbol harimau Bengal dan gajah yang memegang perisai dengan ornamen 2 ekor ikan dan pisau belati khas India. Inskripsi di bawah tertulis dalam bahasa Urdu, tidak terbaca, pada benda serupa yang lebih besar biasanya terbaca tulisan lebih panjang yang kira-kira terbaca : ' Wali ( ? ) Kerajaan, Wakil Negara, Bahadur '.

Desain serupa juga tampil pada tahun 1818, pesanan Sultan Malaka untuk Constantijn Johan Wolterbeek, seorang Gubernur Belanda di kawasan selat Malaka. Keramik tersebut untuk merayakan pergantian kekuasaan dari Inggris selama 23 tahun yang beralih kepada Belanda yang menugaskan C. J. Wolterbeek pada waktu itu. Bentuk desain dapat di lihat DISINI .

Motif / pola hiasan adalah meniru porselain Worcester Inggris, desain yang dikenal dengan nama ' Queen's Pattern ' ini muncul pertama kali pada tahun 1762. Tetapi Worcester sendiri meniru cara penghiasan dari Jepang yang bergaya Imari.
Menarik memang perjalanan transisi suatu keahlian dalam pembuatan benda untuk perdagangan yang kemudian menjadi tradisi budaya suatu daerah. Jepang mencoba meniru ke-ahlian Cina dalam bidang keramik, tetapi dalam suatu kurun masa posisi ini terbalik, Cina meniru sesuatu yang kalau diurut kebelakang berasal dari Jepang,,semua ini adalah tuntutan perniagaan,,,

Zold - Batam